Langsung ke konten utama

Negara Hukum

Indonesia sejak awal berdirinya telah ditetapkan sebagai negara republik. Indonesia bukan negara agama, bukan pula negara suku, bukan negara ras dan bukan negara penguasa tunggal. Indonesia adalah republik, dimana kekuasaan ada di tangan semua rakyatnya (tanpa memandang agama, ras, jabatan, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, tingkat pendidikan dll). Tapi hal itu bukan berarti rakyat bisa semena-mena karena merasa berkuasa. Rakyat itu banyak dan bermacam-macam serta memiliki kepentingan berbeda-beda. Agar rakyat yang katanya “berkuasa” itu tidak mengganggu kepentingan rakyat-rakyat lainnya yang juga “berkuasa”, maka dibuatlah kesepakatan bersama yang tertulis dan disetujui oleh semua “rakyat”. Kesepakatan ini dinamakan hukum dan barang siapa yang melanggarnya akan diberi hukuman.

Indonesia since its inception has been established as a republic. Indonesia is not a theocracy, not tribal state, not a fascist state, nor an autocracy. Indonesia is a republic, where power is in the hands of all people (regardless of religion, race, occupation, sex, social status, education level, etc.). But that does not mean people can be arbitrarily because they feel powerful. People were many and diverse and have different interests. For the people, which he said, have "power" that does not interfere with the interests of other peoples, who are also "powerful", then made a written agreement and approved by all "the people ". The agreement is called the law and those who transgress will be punished.

Komentar

  1. Casino Games - Mapyro
    Slot machines are very similar to 안동 출장안마 the machines that were used in Las 제주 출장안마 Vegas, in 양주 출장마사지 fact. Casino Games are powered by Playtech 안동 출장샵 and are fun to play 안산 출장마사지 and a place to learn.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suluh Indonesia Muda, 1926

Sebagai Aria Bimaputera, yang lahirnya dalam jaman perjuangan, maka INDONESIA-MUDA ini melihat cahaya hari-hari pertama dalam jaman dimana rakyat-rakyat Asia, sedang berada dalam perasaan tak senang dengan nasibnya. Tak senang dengan nasib ekononominya, tak senang dengan nasib politiknya, tak senang dengan segala nasib yang lain-lainnya. Jaman "senang dengan apa adanya", sudahlah lalu. Jaman baru: jaman muda, sudahlah datang sebagai fajar yang terang cuaca. Jaman teori kaum kuno, yang mengatakan, bahwa "siapa yang ada di bawah, harus terima senang, yang ia anggap cukup harga duduk dalam perbendaharaan sejarah, yang barang kemas-kemasnya (harta miliknya) berguna untuk memelihara siapa yang sedang berdiri-dalam-hidup (berkuasa)", kini sudahlah tak mendapat penganggapan lagi oleh rakyat-rakyat Asia itu. Pun makin lama makin tipislah kepercayaan rakyat-rakyat itu, bahwa rakyat-rakyat yang memperbudakkannya itu, adalah sebagai " voogd " yang kel...

Asal Mula Nasionalisme di Indonesia.

Bima, Tokoh populer dari wayang wayang, Bapak Raden Gatutkatja. Majalah di mana artikel ini awalnya terbit disebut Suluh Indonesia Muda (The Torch of Young Indonesia). Gustav Klemm (1802-1867) adalah seorang sejarawan Jerman yang sepuluh jilidnya Culturgescflichte der Menschheit (sejarah Budaya manusia) memiliki reputasi yang cukup besar pada masanya. Dietrich Schafer (1845-1929) adalah seorang sejarawan Jerman yang mencatat Weltgeschichte der Neuzeit (sejarah dunia Modem). Sukarno jelas menyinggung Mohandas Karamchand Candhi (1869-1948), dan peran sentral yang dimainkannya dalam gerakan nasionalis India saat itu. Judul kehormatan Mahatma (Jiwa Besar) diberikan kepada Gandhi oleh rekan-rekan nasionalisnya karena kualitas pribadinya yang luar biasa dan kepemimpinan pemersatunya. Budi Utomo, yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1906, biasanya dianggap sebagai organisasi nasionalis modem pertama dalam sejarah Indonesia. Orientasi orang Jawa, sangat berhati-hati dan kooperatif dalam s...

Manusia Ke-7 Miliyar

Pada tanggal 31 Oktober 2011 seorang bayi perempuan yang lahir di Manila, ibukota Filipina, dipilih oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk secara simbolis mewakili manusia ke-7 miliyar di muka bumi. Untuk menandai tonggak populasi global ini, tanggal 31 Oktober dinamakan Hari Tujuh Miliyar, namun dengan adanya laporan satu miliyar orang yang mengalami kelaparan pada saat itu, debat pun terjadi seputar apakah bumi mampu mendukung kehidupan begitu banyak manusia. Sebelum abad ke-17, populasi dunia tumbuh begitu lambat, namun kemudian melesat begitu pesat setelah tahun 1850. Hal ini sebagian diakibatkan oleh pengurangan jumlah anak-anak yang mati di usia bayi, dan juga menurunnya angka kematian secara keseluruhan dimana teknologi pertanian baru meningkatkan persediaan makanan dan menurunkan risiko kelaparan. Pertumbuhan industrialisasi yang begitu pesat dan kemajuan di bidang obat-obatan dan kedokteran meningkatkan kesehatan and standar hidup masyarakat. Memasuki tahun 1927, an...