Langsung ke konten utama

Lombok Tempo Dulu dalam Bingkai

Pasar Masbagik tahun 1929
Penganut Bodha di Lombok tahun 1911
Sekelompok orang di Masbagik tahun 1929
Taman Narmada tahun 1920
Taman Mayura tahun 1894

 Pasar Masbagik tahun 1929
Pasar Hewan Masbagik tahun 1929
 Perempuan Keturunan Bali di Lombok tahun 1910
 Perempuan Sasak tahun 1920
Gendang Belek pada tahun 1929
Seorang Datu Sasak tahun 1920

Anak Agung Ketut 1894
Perang Cakranegara tahun 1894 karya J. Hoynck van Papendrecht dan J.B. Wolters.

Sumber: Tropenmuseum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revolusi Hijau Tahun 1960an

Selama awal abad ke-20, banyak negara yang mengimpor sejumlah besar makanan yang tidak mampu mereka tanam sendiri, supaya dapat memenuhi kebutuhan penduduk yang terus meningkat. Sebagai contoh, Inggris mengimpor 55 juta ton makanan setiap tahunnya. Pada awal 1940an, Meksiko mengimpor separuh gandumnya, dan penduduknya tumbuh begitu cepat. Meksiko akhirnya meminta keahlian teknis dari Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi gandumnya. Pada tahun 1944, dengan dukungan finansial American Rockefeller Foundation, sekelompok ilmuwan AS, termasuk ahli biokimia Norman Borlaug , memulai metode penelitian untuk mengembangkan bibit gandum yang tahan terhadap penyakit dan dengan ukuran yang relatif pendek untuk mengurangi kegagalan akibat angin. Percobaan di Meksiko sangat berhasil; akhirnya pada tahun 1956 negara mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak lagi mengimpor gandum dan jagung. Keberhasilan ini melahirkan apa yang dinamakan Revolusi Hijau, yakni berkembangnya teknologi pertan...